Sunday, 31 December 2017

Basa basi tahun baru

21:47 Posted by xapinos.blogspot.com 3 comments
Selamat tinggal tahun 2017. Terima kasih telah menjadi tahun yang penuh sesak dengan rasa cinta dan bahagia. Tahun terbaik yang pernah ada sejauh ini. Tahun dimana aku menjalani hari demi hari dengan santai dan tanpa tekanan. Dan hebatnya, kebaikan-kebaikan tak pernah jauh dari hidupku.

Bersyukur sekali tahun ini aku sudah mempunyai perempuan pujaan. Akhirnya setelah tahun demi tahun menjadi pengelana merana dan tinggal bersama kesepian, kini ada seorang perempuan yang dengan sepenuh hatinya mau mencintaiku. Sampai-sampai aku takut rasa cintaku kalah oleh cintanya. Semoga dia sadar apa yang dia lakukan dan resiko yang dia pertaruhkan. Wkwkwk.

Dialah alasan aku jarang main ke kandang rahasiaku ini. Sibuk jatuh cinta lupa menulis. Tapi aku belum mau menceritakan perempuanku. Masih butuh waktu yang banyak untuk menikmati momen demi momen ajaib yang kualami dengannya. Tapi suatu saat akan kuceritakan apapun tentangnya. Setiap senyum tipis yang sering dia pasang di bibirnya. Setiap gagasan acak yang sering dia lontarkan secara tiba-tiba. Setiap hal tentangnya.

Dan mungkin highlight tahun ini memang terkonsentrasi pada kehidupan cintaku. Fakta yang hampir kulupakan : ternyata dicintai itu sangat menyenangkan. Hei perempuanku, terima kasih telah menunjukanku pengalaman-pengalaman yang indah, lucu, romantis, mengharukan, menyebalkan dan bermacam-macam rasa lainnya. Aku diliputi rasa cinta yang meluap-luap.

Kemudian untuk tahun 2018. Tahun itu akan menjadi tahun kerja keras, penuh peluh dan geletar perjuangan. Aku tidak mau berbanyak janji. Biar rencana demi rencana untuk tahun depan kusimpan dalam kepala saja. Semoga tahun depan adalah tahun segala perwujudan.

Dan untukmu, blog. Aku janji akan lebih sering menjengukmu dan membagikan kisah-kisahku.

2K18, I am ready....


Wednesday, 2 August 2017

Kapan Berakhir

23:32 Posted by xapinos.blogspot.com 1 comment

 
Kapan berakhir?
Tanyaku setiap malam sebelum tidur
Bukan meminta atau pun menanti
Aku lebih cenderung sadar diri

Mengenalmu menyenangkan
Mengetahui kehidupanmu sangat menyenangkan
Mencemaskanmu juga sangat menyenangkan
Mencintaimu teramat sangat menyenangkan

Tapi kapan berakhir?
Tanyaku setiap malam sebelum tidur
Bukan meminta atau pun menanti
Aku hanya tahu bahwa perpisahan hal yang pasti

Tapi kapan berakhir?
Tanyaku malam ini
Aku sedang mencintaimu dengan segala kemungkinan-kemungkinan buruk
Aku sedang mencintaimu dengan segala cemas-cemas yang menakutkan

Tapi kapan berakhir?
Tanyaku untuk yang terakhir
Ah, tololnya diriku
Yang tak mau menikmati
Sampai nanti benar mati

Sekedar selingan

23:11 Posted by xapinos.blogspot.com No comments




Pertama.

What is wrong with people?

Pertanyaan ini mondar-mandir di kepalaku selama hampir setengah tahun ini. Tentu lakon utama yang membuatku terheran-heran setengah hidup adalah Sang Imam Besar dan musuhnya, yang awal tahun lalu menjadi bebuyutannya. Lucunya kedua tokoh ini sekarang dalam kondisi dikrimanilkan atau apalah bahasa halusnya. Sejak suhu politik Indonesia atau Jakarta khususnya memanas, aku rasa kondisi kepala manusia-manusia Indonesia semakin keruh. Jauh dari kata jernih. Guyon sepele dipermasalahkan secara masif. Tawa gelap untuk meledak kehidupan secara sarkastis kini menjadi tabu. Semakin hari kejadian-kejadian abnormal menjadi hal yang wajar. Permisif sekali bangsaku ini. Akan tetapi dalam waktu yang bersamaan, intoleran sekali.

Kedua.

What happens with my life?

Aku baik-baik saja. Hanya saja, aku selalu mengkambinghitamkan manusia-manusia lain sekitar dan menyalahkan mereka terhadap berbagai kemungkaran yang terjadi di dunia ini. Sementara aku pribadi yang sedang kacau ini tidak tertangkap kamera barang sedikitpun. Padahal aku sedang menjalani kehidupanku. Aku tidak menjalani kehidupan orang lain. Kenapa aku memikirkan mereka?

Ketiga.

I’m okay but I’m not doing well.

Ketika aku bilang aku baik-baik saja tadi, sebenarnya aku berbohong. Memang aku sudah bekerja. Sudah, paling tidak, punya penghasilan sendiri. Itu kan yang dituntut lingkungan. Tidak meyusahkan keluarga atau orang lain ketika sudah tiba waktunya untuk mandiri. Namun sudahkah aku bahagia? Halah, bahagia itu apa anak muda? Aku tidak baik-baik saja karena aku masih di sini. Bersembunyi dalam tempurung. Bukan tidak mensyukuri. Tapi katak ini ingin sesekali memiliki kemampuan mengepakkan sayap laiknya burung-burung yang kicaunya mampu mengusir segala kacau. Tapi apakah bisa?

Keempat.

Waktu jeda sudah semakin habis. Sudah setahun ini aku istirahat. Entah istirahat dari apa. Yang pasti aku sedang bersantai. Obesitas adalah kenyataan menakutkan yang nyata-nyata semakin benderang di pelupuk badan. Ini konotasi dan denotasi. Aku terlalu nyaman menjalani kehidupan ini. Hiruk pikuk dalam kepala menuntut tempatnya lagi. Sudah seharusnya aku bertanggung jawab untuk hal yang memang semesta bebankan kepadaku. Terasa berat kan bahasaku? Memang sengaja. Sebab aku juga tak tahu maknanya. Atau, sebenarnya aku juga tidak tahu apakah semua yang kutulis ini memiliki makna. Nir.

Kelima.

Semoga aku versi masa depan ketika menyempatkan diri membaca tulisan ini akan tertawa. Bukan bersedih lantaran keadaan masih sama. Oh Tuhan, aku kebelet pipis. Sekian dan mari ke toilet masing-masing dengan hati yang riang dan gamang. Haha,,

Wednesday, 17 May 2017

DEJAVU THE LONG STORY

08:26 Posted by xapinos.blogspot.com 1 comment



Rasanya baru tadi pagi aku masuk kelas dan memergoki salah satu mahasiswa secara diam-diam memotret seorang mahasisiwi yang duduk beberapa meja di depannya. Masih sejelas kristal, kejadian itu dilakukan menggunakan HP Cross Hitam miliknya. Dan demi nama siluman belalang, sampai sekarang aku masih ingat nomor hapenya, yaitu 0877-1323-6970. Hal ini dikarenakan setiap ada dosen yang menanyakan narahubung kelas, maka si siluman belalang itu yang menjadi garda terdepan untuk mengajukan nomer hapenya.

Saat itu hanya aku yang memperhatikannya. Sekeliling sedang sibuk berkenalan. Oh, ternyata kelas ini tidak terlalu berbahaya, pikirku berdasarkan observasi kilat. Malahan cenderung hangat dan menyenangkan. Aku tidak melihat adanya potensi mahasiswa/mahasiswi yang akan menjadi pengacau kelas. Kemudian aku melihat ke cermin. Dan aku baru sadar, ternyata ada satu. )))):

Jumlah mahasiswa cowok hanya 11 ekor sedang ceweknya sampai 34 buah. Hal ini membuat ilmu matematika dasarku bekerja cepat tanpa diperintah. Dengan mudah formulanya berhasil kutemukan. Dalilnya begini ‘setiap satu cowok berpotensi untuk mendapatkan tiga cewek dalam kelas.’ Luar biasa bukan? “Luar biasa neneklu!!!” seru seluruh cewek kelas ketika membaca ini. Mungkin. ))))):

Kembali ke si pemotret tidak sopan. Sebelum aksi itu, mahasiswa tersebut baru saja dinobatkan sebagai ketua kelas lewat musyawarah demokratis yang bagi seluruh peghuni kelas merupakan pilihan paling rasional, logis, dan migunani. Saat itu. Sekali lagi ya, hanya saat itu.  

Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, konsensus tersebut merupakan kesalahan terbesar yang pernah mereka lakukan. Serupa kekonyolan Ahok di pulau Seribu. Mahasiswa baru tersebut bernama Sabar Priyono a.k.a Sapri. Gelarnya adalah ketua sang kelas abadi.

Sebenarnya berbagai usaha makar, coup d’eta ataupun pemakzulan pernah dilakukan oleh segenap penghuni kelas. Namun entah bagaimana caranya posisi Ketua Kelas tak pernah beranjak dari cengkeraman tangan penuh kapalnya. Vox populi vox dei praktis hanya berlaku pada pertemuan pertama dulu. Beberapa tahun kemudian seluruh kelas mendapat suatu kesimpulan. Jangan beli kacung dalam karung! Menyusahkan! ((((:

Kini, empat tahun setelah peristiwa tersebut, sang ketua kelas abadi sedang memasuki fase krusial hidupnya. Mendiang Beliau khusyuk memperdalam ilmu agamanya entah di padepokan mana. Sementara kebanyakan teman sekelas juga sudah memulai petualangannya mencari peruntungan menghadapi kejamnya dunia kerja. Beberapa masih menikmati masa-masa penghabis kuliahnya. Dan yang baru belakangan ini aku ketahui, banyak juga yang tetap setia dengan jalan hokagenya dan khusyuk melanjutkan masa studinya.

Malam ini, mendekati dini hari, entah gara-gara angin muson barat biadab ini, atau karena cuaca sendu tengah bulan Mei, atau udara dingin dalam kamar tersebab kemarau yang mulai menghampiri, atau situasi sunyi yang khas dan pelik, atawa sebab-sebab lainnya, secara melankolis pikiranku terkontaminasi kenangan-kenangan sentimentil terkait Dejavu. Lagi-lagi. Dan supaya ingatan-ingatan ini tidak semakin liar, maka aku harus membuatkan kandangnya. Yeah sure, I’d like the idea of killing the memory by writing it. And by killing, I mean growing. Or vice versa. I’m confused. It’s a blurred line for me. *oposehhh

***


Di depan kelas, pada suatu mata kuliah, beberapa bulan setelah pengangkatan ketua kelas.
“Nda, tau ngga bedanya FIP sama kamu?” si lelaki bertanya.
“Hah, apa?” perempuan bertanya penasaran dengan gaya genit khasnya.
Si lelaki menunggu seluruh kelas untuk hening barang beberapa kejap, lalu bilang “Kalau FIP milik UNY, kalau kamu... milik aku,” jawab si lelaki dengan etel penuh percaya diri. Ruangan pun semarak dikuasai tawa serta olok-olok dari setiap mahasiswa yang menyaksikan tontonan itu.

Kejadian di atas adalah satu adegan favorit yang sulit untuk kulupakan. Apa pasal? Transformasi. Apakah kalian bisa membayangkan lelaki itu beberapa tahun kemudian bisa menjadi Rais Aam KMIP (Organisasi Muslim Kampus)? Sang mantan gondes dari Pleret ini secara perlahan mampu bertransformasi dari preman desa dengan celana ripped-jeans-karena-keadaannya menjadi seorang Umaro’ dengan setelan perlente nyentriknya seolah menandakan bahwa dia mau minta sumbangan atau bisa jauga mengajak bisnis MLM.

Selain lelaki dari Kasultanan Pleret tersebut (yang konon pernah diajak untuk bertukar tempat tinggal dengan Khumairahnya di Kerajaan Mbambanglipurpur), ada juga preman lain dari Magelang. Hobinya magang di Terminal dan konon pernah meraih prestasi instrumental, yakni dikeluarkan dari SMA. Apalagi kalau bukan karena berkelahi. Sebenarnya isu itu juga masih sebatas rumor. Namun apapun itu, seperti pepatah jawa, “Pak lurah nggawa bedil, Gusti Allah maha Adil” si Ambar ini pada akhirnya juga menemukan jalan terangnya. Perlahan dia bertransformasi menjadi seorang ustad dan imagenya pun berubah menjadi seorang yang hobi mbribiki ddgmz2 kmps. ))))):

Well, to be fair selain kedua preman inshaf tersbut, hampir semua teman sekelas juga mengalami perubahan. Aku misalnya, seorang penyerang haus gol di awal perkuliahan ini perlahan mulai kehilangan insting mencetak golnya sehingga gelar yang kusandang sedikit beralih menjadi penyerang haus kasih sayang *heleh. Itupun masih ditambah, selalu lapar setiap saat. Jika ingin membayangkan, imajinasikan saja aku sebagai si gendut Higuain. ))))):

Kemudian ada juga sosok kancil dalam kelas yang hobinya suka mengibuli teman. Sampai akhir kuliah dia tidak berubah, hanya hebatnya dia yang berhasil mentransfigurasi mindset mahasiswa lain sehingga ikut-ikutan mempunyai hobi mengancili temannya. Ya, dia seorang pencetus awal perilaku ambigu tersebut. Pria yang pernah ‘main’ ke Gunungkidul ini adalah kunci dari segala transformasi kelas. Katanya kan anak-anak kuliahan sering disebut sebagai Agent of Change, nah aku sangat overkonfiden kancil ini adalah agen terbaiknya ((((:

Lalu di shaf belakang, perubahan juga banyak terjadi. Yang dulunya sering terlambat dan membuat dosennya speechless juga kemudian berhasil mengulangi kesalahannya lagi. Tapi dalam kuantitas yang lebih minimalis. *kwkwkw

Yang dulunya sakit-sakitan dan sering absen di awal semester, berkat suasana hangat kelas kemudian menjadi sehat wal afiat. *padahal sehatnya karena faktor alam. Selain itu ada juga yang di akhir-akhir masa kuliahnya mulai merambah dunia bisnis dengan mengusung hijab inovatif nan eksperimental bergaya kontemporernya dengan brand yang mulai sering wara-wiri di jagat perloshopan, Hijab Metamorf. *Ehm, dill, wis tak endorse kihh,, ditunggu invoice-nya. J

Yang dulunya pemalu dan jarang ngomong akhirnya menjadi pribadi yang banyak ngomong dan malu-maluin. Dan hal ini berlaku ke hampir semua mahasiswa cewek kayaknya. Oh ya, ada juga seorang perempuan yang pada awalnya ‘tidak terlihat’, secara diam-diam dan terorganisir dia mengajak sahabat-sahabatnya untuk mendirikan geng paling kuat dan mengerikan di kelas. Sampai sekarang geng itu masih menjalankan jalan yakuza nya.

Dan tentu, perempuan yang di gombali dalam ilustrasi cerita di atas juga mengalami transformasi. Dari yang dulunya tidak berhijab, beberapa semester berikutnya memutskan untuk berhijab. Dan hebatnya hal ini bukan karena kemauan pribadi, lebih ke beradaptasi di habitat baru, ahaha. *Ngga deng, aku ngga paham. Yang penting happy )))):

Ehm,, kepanjangan ya kalau mau mencatat semua perubahan yang terjadi. Padahal tulisan ini masih pemanasan. Mending langsung digeneralisir saja ya, menurutku perubahan-perubahan yang terjadi seiring berjalannya kehidupan perkuliahan dalam kelas sangatlah menyenangkan. Kelas ini, dengan caranya sendiri mampu mengeluarkan potensi-potensi dan ekspresi-ekspresi yang masih terpendam dalam diri masing-masing penghuni kelas. *mulaylebay

Jadi setelah transformasi, apa lagi yang terjadi selama perkuliahan di kelas D PGSD UNY angkatan tahun 2012?  Ga penasaran kan? Yaudah, sampai jumpa di bab selanjutnya yaa... (dalam kurung kalau sempet)

Tuesday, 14 March 2017

KEGELISAHAN DI KEPALAKU

23:31 Posted by xapinos.blogspot.com No comments


Kegelisahan berkunjung ke kepalaku. Tanpa permisi langsung duduk di depan TV. Menguasai remote lalu mencari saluran paling sunyi. Pemandanganku semakin kelam. Pikiranku membayangkan kesedihan paling tandas dari masa lampau. Belum puas, gelisah mengundang kekasihnya untuk ikut mengerjaiku. Lengkap, masa depan tiba-tiba menggebrak meja sambil teriak menuntut pertanggungjawaban akan nasibnya kelak kepada kepalaku yang mulai lunglai.

Kelabu langit menjadi panggung sekumpulan bintang. Barisan awan beriring-iringan menuju arah barat. Bulan yang masih muda sangat tidak rupawan. Di kamar, di kepalaku, melalui jendela tanpa tirai, aku sangat berharap barisan awan mau menetaskan telur-telurnya. Tetes-tetes hujan yang menghunjam bertubi-tubi. Sayangnya ketika diharapkan hujan malah absen. Seperti perempuan dalam kehidupanku. Kepalaku semakin gelisah.

Dari lubang ventilasi, angin dan dingin menyentuh kulitku, menyusupi pori-pori lalu menjalar segala penjuru tubuh. Tubuh terpenjara berbagai kemungkinan buruk dalam kepala. Mataku berharap lepas dari sarangnya. Muak dengan nasib sialnya. Tuannya tidak berdaya. Kegelisahan dalam kepala mematikan seluruh panca indra.

Tuhan, alam, hidup, waktu, gelap, sepi, nasib, rindu, mati. Beberapa kosa kata yang lalu lalang di kepala.

Kepalaku jalan raya kegelisahan.


(14.3.17.23:23)

Tuesday, 28 February 2017

NKRI

23:11 Posted by xapinos.blogspot.com No comments


NKRI adalah kepanjangan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Nama adalah doa. Semoga Bhinneka Tunggal Ika.

Lalu akhir-akhir ini tercetus ide segar agar Indonesia menerapkan sistem khilafah.

Proyeksinya, NKRI akan sedikit bergeser arti menjadi Negara Khilafah Republik Indonesia.

Belum jadi terealisasi, para khilafah-ers malah keranjingan hobi baru, mengkafirkan orang lain yang tidak seirama.

Saking banyaknya yang dicap kafir, Negara Kafir Republik Indonesia berpotensi besar menjadi akronim baru dari NKRI.

Namun pada akhirnya, semua kemungkinan  masih bisa dimaklumi. Asal jangan sampai ganti nama menjadi sesuatu yang ditakuti oleh segenap penghuni bumi pertiwi, Negara Komunis Republik Indonesia.
Kan?

Ah, apalah arti sebuah kepanjangan, jika pikiran kita masih pendek.

***

Tulisan yang tidak jelas hanya karena moto hidup idealis “daripada tidak menulis...”
Selamat tinggal bulan dua tahun dua kosong satu tujuh.